Showing posts with label personal development. Show all posts
Showing posts with label personal development. Show all posts

December 26, 2009

Antisosial

Mengenal lebih jauh tentang gangguan kepribadian, saya mengutip salah satu tipe gangguan psikologis yang berupa gangguan anti-sosial. Sekedar untuk mengetahui definisi, kutipan berikut ini cukup berarti:

Antisocial personality disorder is best understood within the context of the broader category of personality disorders.
A personality disorder is an enduring pattern of personal experience and behavior that deviates noticeably from the expectations of the individual's culture, is pervasive and inflexible, has an onset in adolescence or early adulthood, is stable over time, and leads to personal distress or impairment.
Antisocial personality disorder is characterized by a pattern of disregard for and violation of the rights of others. The diagnosis of antisocial personality disorder is not given to individuals under the age of 18 and is only given if there is a history of some symptoms of conduct disorder before age 15.
The severity of symptoms of antisocial personality disorder can vary in severity. The more egregious, harmful, or dangerous behavior patterns are referred to as sociopathic or psychopathic. There has been much debate as to the distinction between these descriptions. Sociopathy is chiefly characterized as a something severely wrong with one's conscience; psychopathy is characterized as a complete lack of conscience regarding others. Some professionals describe people with this constellation of symptoms as "stone cold" to the rights of others. Complications of this disorder include imprisonment, drug abuse, and alcoholism. Sumber


Share/Save/Bookmark

October 22, 2008

Mulai dari diri sendiri

Maukah anda memahami keadaan orang yang tidak mau menuruti pandangan-pandangan yang sudah susah payah anda utarakan kepadanya. Orang yang bersangkutan tidak mau menurut hampir semua pandangan anda. Hal ini bisa jadi terjadi di lingkungan kecil, yaitu keluarga kita sendiri. Anda bicara, tetapi istri atau anak anda tida mau mengerti. Apakah anda masih bisa memahami penolakan mereka?

Kondisi seperti ini dianggap sangat wajar dan biasa terjadi dalam budaya berkomunikasi yang kita kembangkan. Bisa jadi ketika kita masuk ke dunia kerja yang jelas lebih besar dari sekedar lingkungan keluarga. Penolakan orang-orang di sekitar terhadap apa-apa yang kita pikirkan sangat menyakitkan hati dan membuat kita kecewa serta frustasi.

Ungkapan yang sering muncul orang lain membantah pandangan kita bisa diutarakan seperti: "Kamu sendiri bagaimana?!" Atau dengan jelas dikatakan, "Gagasan yang bapak sampaikan memang bagus, tapi kondisi kita kali ini belum memungkinkan untuk melaksanakan program yang semacam itu." Anda sedikit ngotot tentang baiknya pendapat anda. Mereka pun lebih sigap untuk menolak. Anda berkeyakinan kalau mereka tidak mau menerima pandangan orang lain dan selalu bersikukuh dengan kondisi-kondisi yang sudah lama berjalan. Perubahan yang selalu harapkan pun tidak kesampaian.

Sikap positif dalam menerima pandangan orang lain tidak selalu muncul komunikasi antar manusia. Tidak selalu ada sambutan baik kepada ide-ide yang baru muncul dan belum terbukti. Inilah yang terjadi kelompok sosial yang baru mengalami proses pendewasaan--artinya mereka belum begitu dewasa. Pertanyaannya adalah: bagaiamana kita menghadapi kondisi semacam ini?

Mulailah dari diri sendiri