Faktor kepentingan pribadi, kelompok, organisasi, perusahaan dan yang lainnya bisa dicapai dengan sukses apabila pelakunya pintar berdiplomasi dan berpolitik. Meskipun adagium yang ada secara jelas mengatakan, "Di mana-mana politik itu kotor!", lembaga pendidikan pun bisa menjadi ajang berpolitik bagi seluruh warganya. Kondisi seperti ini sungguh menarik untuk dipelajari.
October 16, 2009
Berpolitik di sekolah, bukan sekolah politik
Labels: bersitegang
September 25, 2009
Ini persoalan hati
Saya tidak memaksakan keinginan. Perjalanan hidup ini biasanya saya jalani apa adanya tanpa berusaha untuk mendapatkan semua keinginan saya. Lebih banyak mengalah dan tidak terlalu menghindari apapun tantangan yang ada di depan sana. Orang melihat saya sebagai orang yang super cuek dan lebih sering dianggap menantang resiko.
Kalau sudah tidak suka terhadap apapun saya cenderung berterus terang dan tidak bisa menyembunyikan perasaan. Ini yang menjadi ciri khas sehingga saya sering dianggap selalu berkata 'vulgar'. Sebenarnya saya tidak bermaksud menyinggung perasaan orang lain. Tetapi karena berbeda persepsi tentang gaya hidup dan pergaulan saya menjadi lebih sering membuat orang lain mundur dan tidak mau terlalu akrab dengan saya.
Hati saya terlalu peka dan tidak kenal kompromi terhadap kebatilan. Mereka peka juga, tetapi mereka masih mampu menahan diri untuk tidak usah mengutarakan apapun yang mereka anggap tidak pas. Mereka lebih berharap bahwa dengan cara tersebut mereka bisa merasa aman dan mendapatkan keuntungan meskipun sedikit. Sakit, sesakit apapun hati mereka, tidak pernah terungkap dalam protes-protes sosial mereka.
Labels: bersitegang
October 25, 2008
Mestikah aku menjauh
Ada perubahan dalam diriku. Hal ini terjadi sejak seseorang yang pada saat itu menjabat menjadi kepala sekolah menuliskan es-em-es yang menyalahkan kegiatanku menuliskan sesuatu di blog. Prinsipnya, blog yang aku bangun adalah blog untuk berpikir dan berbicara. Aku boleh menanggapi persoalan apa saja di lingkungan hidupku, termasuk yang lekat dengan pekerjaanku sebagai guru. Kondisi manajemen sekolah yang mendorong semangatku menulis di blog. Dan, pada akhirnya tulisan yang aku buat dibacanya. Kepala sekolah marah-marah. Katanya, aku terlalu banyak menyakiti orang lain mulai dia sendiri, guru, karyawan dan murid-murid di sekolah. Dengan marah pula dia menyebarkan informasi serta persoalan yang dipikirkannya tentang aku. Begitu marahnya, akhirnya dia berusaha menuliskan sebuah surat laporan ke kantor departemen agar aku dipindahkan entah kemana.
Labels: bersitegang